News Update : Masa Depan Itu Dimulai Hari Ini, Bukan Besok......
Home » » Perbuatan Manusia Menurut Aliran Jabariyah, Qodariyah, Mu’tazilah, As’ariyah, Dan Maturidiyah

Perbuatan Manusia Menurut Aliran Jabariyah, Qodariyah, Mu’tazilah, As’ariyah, Dan Maturidiyah

Written By choirul on Jumat, 10 Agustus 2012 | Jumat, Agustus 10, 2012


A.     ALIRAN JABARIYAH
Kata "Jabariyah" berasal dari kata bahasa arab "Jabara" yang artinya memaksa. Dan yang dimaksud adalah suatu golongan yang berfaham bahwa semua perbuatan manusia bukan atas kehendak sendiri, namun ditentukan oleh Allah SWT. Manusia tidak mempunyai kebebasan dan ikhtiar apapun, setiap perbuatannya baik yang jahat, buruk atau baik semata Allah yang menentukannya. Para Ulama pengikut aliran Jabariyah, berpendapat bahwa semua perbuatan yang dilakukan oleh manusia merupakan kehendak dan ketetapan Allah. Manusia tidak mempunyai peran atas segala perbuatannya. Perbuatan baik dan kejahatan yang dilakukan oleh manusia merupakan Qudrat dan Iradat (kekuasaan atau kehendak) Allah.
Di sisi lain, Allah berfirman:
a.       Artinya: " Barangsiapa ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya, Niscaya Allah memasukannya ke dalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah kemenangan yang besar". (QS: 4: An-Nisa': 13).
b.      Arinya: "Dan Barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, Niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan". (QS: 4: An-Nisaa':14).
c.       Artinya: "Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan" (QS:18: Al-Kahfi: 56).
Dari beberapa Kutipan Ayat suci di atas, maka pendapat ulama Jabariyah menjadi lemah. Yusuf Al Qardhawi memandang bahwa aliran Jabariyah hanya memandang satu sifat kekuasaan Allah dan tidak memandang keadilan dan kebijaksanaan-Nya. sehingga semua perbuatan yang dilakukan disandarkan pada takdir Allah. Dengan kata lain aliran Jabariyah menafikan fungsi dan peran Rasul Allah serta ancaman yang akan diberikan kepada pelanggar (durhaka) tatanan nilai Ilahiyah (syari'ah agama) dan pahala bagi para pelaksana (bertaqwa) tatanan nilai Ilahiyah (sayri'ah agama).

B.     ALIRAN QODARIYAH
Aliran ini beri’tiqot bahwa segala tingkah laku manusia dilakukan atas kehendaknya sendiri. Mansuia mempunyai kewenangan untuk melakukan segala perbuatan atas kehendaknya sendiri, baik berbuat baik maupun berbuat jahat. Oleh karena itu, ia berhak mendapatkan pahala atas kebaikan yang dilakukannya dan juga juga berhak pula memproleh hukuman atas kejahatan yang diperbuatnya. Seseorang diberi ganjaran baik dengan balasan surga kelak di akhirat dan diberi ganjaran siksa dengan balasan neraka kelak di akhirat. itu berdasarkan pilihan pribadinya sendiri, bukan akhir Tuhan. Sungguh tidak pantas, manusia menerima siksaan atau tindakan salah yang dilakukan bukan atas keinginan dan kemampuannya sendiri.

C.     ALIRAN MU’TAZILAH
Aliran Mu'tazilah memandang manusia mempunyai daya yang besar dan bebas. Oleh karna itu, Mu'tazilah menganut faham qodariyah atau free will. menurut Al-Juba'i dan Abd Aljabbra, Manusialah yang menciptakan perbuata-perbuatannya. Manusia sendirilah yang membuat baik dan buruk. KepaTuhan dan ketaatan seseorang kepada Tuhan adalah atas kehendak dan kemauannya sendiri. Daya (al-istita'ah) untuk mewujudkan kehendak terdapat dalam diri manusia sebelum adanya perbuatan.
Perbuatan manusia bukanlah diciptakan Tuhan pada diri manusia, tetapi manusia sendirilah yang mewujudkan perbuatannya. Mu'tazilah dengan tegas mengatakan bahwa daya juga berasal dari manusia. Daya yang terdapat pada diri manusia aalah tempat terciptanya perbuatan.j adi, Tuhan tidak dilibatkan dalam perbuatan manusia. Aliran Mu'tazilah mengecam keras faham yang mengatakan bahwa Tuhanlah yang menciptakan perbuatan.
Dengan faham ini, aliran mu'tazilah mengaku Tuhan sebagai pencipta alam, sedangkan manusia berpihak sebagai pihak yang berkreasi untuk mengubah bentuknya. Meski berpendapat bahwa Allah tidak menciptakan manusia dan tidak pula menentukannya, kalangan Mu'tazilah tidak mengingkari azali Allah yang mengetahui segala apa yang akan terjadi dan diperbuat manusia, pendapat inilah yang membedakannya dari penganut qodariah murni.
Untuk membela fahamnya, aliran Mu'tazilah mengungkapkan ayat berikut:
ألذى أحسن كل شێ خلقه (السجدة : ۷)
Artinya:
"Yang membuat segala sesuatu yang dia ciptakan sebaik-baiknya".(QS. As-Sajdah: 7).
Yang dimaksud dengan ahsana pada ayat di atas, adalah semua pebuatn Tuhan adalah baik. dengan demikian, perbuatan manusia bukanlah perbuatan Tuhan, karena perbuatan manusia terdapat perbuatan jahat. Dalil ini di kemukakan untuk mempertegas bahwa manusia akan mendapat balasan atas perbuatannya. Sekirany perbuatan manusia adalah perbuatan Tuhan, balasan dari Tuhan tidak ada artinya.
D.     ALIRAN AS’ARIYAH
Dalam faham Asy'ari manusia di tempatkan pada posisi yang lemah. Ia di ibaratkan anak kecil yang tidak memiliki pilihan dalam hidupnya. Oleh karana itu, aliran ini lebih dekat dengan paham jabariah dari pada dengan faham Mu'tazilah. pendiri aliran asy'ariyah, memakai teori al-kasb (acquisition, perolehan). Teori Al-Kasb Asy'ari dapat di jelaskan sebagai berikut. Segala sesuatu terjadi dengan perantaraan daya yang di ciptakan, sehingga menjadi perolehan bagi muktasib yang memproleh kasab untuk melakukan perbuatan. Sebagai konsekoensi dari teori kasb ini, manusia kehilangan keaktifan, sehingga manusia bersifat pasif dalm perbuatan-perbuatannya.
Argumen yang diajarkan oleh Al-Asa’ari untuk membela keyakinannya adalah firman Allah:
والله خلقكم وما تعملون (الصافات : 6۹)
Artinya::
"Tuhan menciptakan kamu apa yang kamu perbuaat". (Q.S. Ash-Shaffat [37]:96)
Wama ta'malun pada ayat diatas di artikan al-asy'ari dengan apa yang kamu perbuat dan bukan apa yang kamu perbuat. denga demikian, ayat ini mengandung arti Allah menciptakan kamu dan perbuatan-perbuatanmu. dengan kata lain, dalam faham asy'ari, yang mewujudkan kasb atau perbuatann manusia sebenarnya adalah Tuhan sendiri.
Pada prinsipnya aliran asy'ariyah berpendapat bahwa perbuatan manusia diciptakan Allah, sedangkan daya manusia tidak mempunyai efek untuk mewujudkannya. Allah menciptakan perbuatan untuk manusia dan menciptakan pula pada diri manusia, daya untuk melahirkan perbuatan tersebut. Jadi, perbuatan di sini adalah ciptaan Allah dan merupakan kasb(perolehan) bagi manusia. Dengan demikian kasb mempunyai pengertian penyertaan perbuatan dengan daya manusia yang baru. Ini berimplikasi bahwa perbuatan manusia di barengi oleh daya kehendaknya, dan bukan atas daya kehendaknya.

E.      ALIRAN MATURIDIYAH
Ada perbedaan antara Maturidiyah Samarkand dan Maturidiyah bukhara mengenai perbuatan manusia. Kelompok pertama lebih dekat dengan faham mu'tazilah, sedangkan kelompok kedua lebih dekat dengan faham Asy'ariyah. Kehendak dan daya berbuat pada diri manusia, menurut Maturidiyah Semarkand, adalah kehendak dan daya manusia dalam kata arti sebenarnya, dan bukan dari kiasan. Perbedaannya dengan Mu'tazilah adalah bahwa daya untuk berbuat tidak di ciptakan sebelumnya, tetapi bersama-sama dengan perbuatannya. Daya yang demikian porsinya lebih kecil dari pada daya yang terdapat dalam faham Mu'tazilah. oleh karena itu, manusia dalam faham Al-Maturidi, tidaklah sebebas manusia dalam Mu'tazilah.
Maturidiyah Bakhara dalam banyak hal sependapat dengan maturiyah samarkand. Hanya saja golongan ini memberikan tambahan dalam masalah daya. Manusia tidak mempunyai daya untuk melakukan perbuatan, hanya Tuhanlah yang dapat menciptakan, dan manusia hanya dapat melakukan perbuatan yang telah diciptakan Tuhan baginya.


DAFTAR KEPUSTAKAAN

Ahmad, Mohammad. Tauhid Ilmu Kalam. Bandung: CV Pustaka Media. 1998.
Rozak, Abdul, Rosihon Anwar. Ilmu Kalam. Bandung: CV Pustaka Media. 2011.
http://hadirukiyah.blogspot.com/2010/07/perbuatan-manusia-menurut-aliran.html
http://romipermadi.blogspot.com/2011/04/perbuatan-manusia-menurut-beberapa.html
http://tafdhilumam.student.umm.ac.id/2010/02/05/jabariyah/
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

news.detik

 
Support : Creating Website | Choirul CS | Petualang Religious | Saudara Kita | Binaaku Site
Copyright © 2011. ChoirulSite'S Blog - All Rights Reserved
Template Modify by Choirul CS
Proudly powered by Binaaku Commite