Test Footer

  • Apa Itu Bid'ah??

Jumat, 10 Agustus 2012

Dampak Narkoba Bagi Remaja


 BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Masa remaja adalah merupakan masa tahapan perkembangan antara masa kanak-kanak dan dewasa. Pada masa ini terdapat tahap-tahap proses menuju dewasa dengan pesatnya perkembangan mental emosional, dan sosial yang sulit untuk dikendalikan. Dengan adanya perkembangan ini, masa remaja berjuang untuk mencari identitas dirinya dan masih haus dengan adanya hal-hal yang baru yang akan menentukan peranannya di masyarakat kelak. Dalam segala sifat, ciri-ciri, keistimewaan dan potensi yang dimilikinya yang serba spesifik, ia merupakan azaz pijak bagi fase-fase kehidupan selanjutnya karena remaja merupakan pilar bagi berdirinya bangsa.
Akan tetapi tidak sedikit dari kalangan remaja salah menggunakan kehidupan remajanya dengan tidak semestinya. Yaitu dengan mengkonsumsi bahan-bahan yang terlarang seperti miras, narkoba dan lain-lain. Hal inilah yang akan mempengaruhi kehidupan remaja sebagai sosok pemimpin masa depan. Narkoba merupakan salah satu contoh pelampiasan diri karena ini dianggap remaja sebagai hal yang baru sekaligus menantang. Disisi lain, narkoba juga sangat mudah untuk didapat. Narkoba sendiri mempunyai zat-zat yang berbahaya yang menyerang susunan saraf sehingga apabila orang mengkonsumsinya akan ketergantungan dan kehilangan kesadaran serta akan merusak seluruh susunan saraf.
Dari sinilah tingkat kerusakan remaja semakin meningkat. Hal tersebut diatas disebabkan dari salahnya dalam melakukan pergaulan sehingga remaja keliru dalam mengambil keputusan. Tidak hanya itu, hal ini terjadi juga disebabkan dari tledornya pengawasan orang tua. Maka orang tua harus berperan aktif dalam mendidik, menjaga, dan mengawasi perilaku anak agar tidak melakukan penyimpangan dalam pergaulannya.

B.     RUMUSAN MASALAH
Berangkat dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas tentang permasalahan remaja dengan narkoba maka, peneliti merasa ada permasalahan yang perlu dibahas lebih mendalam yaitu :
  1. Apa dampak penggunaan narkoba bagi kalangan remaja ?
  2. Bagaimana peranan orang tua pada remaja ?
  3. Bagaimana cara penanggulangan penggunaan narkoba ?

C.    TUJUAN PEMBAHASAN
Adapun mengenai tujuan pembahasan, penulis mempunyai beberapa tujuan, yaitu :
  1. Untuk mengetahui dampak dari penggunaan narkoba bagi remaja
  2. Untuk mengetahui peranan orang tua pada remaja
  3. Untuk mengetahui cara penanggulangan penggunaan narkoba


D.    METODE PENGUMPULAN DATA
Dalam pengumpulan data-data ini menggunakn metode study kepustakaan, yaitu sistem pengumpulan data didapatkan dari buku-buku yang dikaji dan yang sudah ditelaah isinya, kemudian hasilnya digunakan sebagai sumber penyusunan karya ilmiah ini.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    BAHAYA PENGGUNAAN NARKOBA BAGI KALANGAN REMAJA

1.      Pengertian Narkoba
Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah suatu bahan atau zat yang jika dimasukkan dalam tubuh manusia, baik secara diminum, dihirup, maupun disuntikkan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis. Selain itu, narkoba juga dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran dan hilangnya rasa nyeri.
Sehingga, tidak sedikit orang yang mengkonsumsinya secara drastis mengalami perubahan dalam dirinya, mulai dari perubahan kesadaran sampai tidak terkontrolnya susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktifitas mental dan perilaku. Selain itu, bahan yang digunakan dari pembuatan narkoba apabila dikonsumsi secara terus menerus dapat menimbulkan rasa ketergantungan pada orang yang memakainya.


Dari keterangan di atas, narkoba dapat dibagi atas 4 kelompok, yaitu narkotika terutama opiat atau candu. Halusinogenik misalnya ganja. Stimulan misalnya ekstasi dan shabu-shabu. Depresan misalnya obat penenang.
Masing-masing kelompok mempunyai pengaruh tersendiri terhadap tubuh dan jiwa penggunanya. Opiat, yang menghasilkan heroin  menimbulkan perasaan seperti melayang dan perasaan enak atau senang luar biasa. Tetapi ketergantungannya sangat tinggi dan dapat menyebabkan kematian. Yang kedua adalah ganja, zat atau bahan ini dapat mengakibatkan timbulnya halusinasi sehingga pengguna tampak senang berkhayal. Tetapi sekitar 40-60 persen pengguna justru melaporkan berbagai efek samping yang tidak menyenangkan, misalnya muntah, sakit kepala, koordinasi yang lambat, otot terasa lemah, bingung, cemas, ingin bunuh diri, dan beberapa akibat lainnya.
Bahan yang tergolong stimulan menimbulkan pengaruh yang bersifat merangsang sistem syaraf pusat sehingga menimbulkan rangsangan secara fisik dan psikis, yang tergolong stimulan ini dapat  menyebabkan pengguna merasa terus bersemangat tinggi, selalu gembira, ingin bergerak terus, sampai tidak ingin tidur dan makan. Akibatnya dapat sampai menimbulkan kematian.
Sebaliknya bahan yang tergolong depresan menimbulkan pengaruh yang bersifat menenangkan. Depresan atau yang biasa disebut obat penenang, dibuat secara ilmiah di laboratorium. Berdasarkan indikasi yang benar, obat ini banyak digunakan sesuai dengan petunjuk dokter. Dengan obat ini, orang yang merasa gelisah atau cemas misalnya, dapat menjadi tenang. Tetapi bila obat penenang digunakan tidak sesuai dengan indikasi dan petunjuk dokter, apalagi digunakan dalam dosis yang berlebihan, justru dapat menimbulkan akibat buruk lainnya.

2.      Dampak Penggunaan Narkoba
Masalah utama remaja berawal dari pencarian jati diri. Mereka mengalami krisis identitas karena untuk dikelompokkan ke dalam kelompok anak-anak merasa sudah besar, namun kurang besar untuk dikelompokkan dalam kelompok dewasa. Hal ini merupakan masalah bagi setiap remaja di belahan dunia iniOleh karena pergumulan di masa remaja ini, maka remaja mempunyai kebutuhan sosialisasi yang seoptimal mungkin, serta dibutuhkan pengertian dan dukungan orang tua dan keluarga dalam kerentanan di masa remaja.
Bila kebutuhan remaja kurang diperhatikan, maka remaja akan terjebak dalam perkembangan pribadi yang lemah, bahkan dapat dengan mudah terjerumus ke dalam belenggu penyalahgunaan narkoba. Hingga sekarang, penyalahgunaan narkoba semakin luas di masyarakat kita, terutama semakin banyak di kalangan para remaja yang sifatnya ingin tahu dan ingin coba-coba. Banyak alasan mengapa banyak yang terjerumus ke bahan terlarang dan berbahaya ini kemudian tidak mampu melepaskan diri lagi. Alasannya antara lain hal ini sudah dianggap sebagai suatu gaya hidup masa ini, ingin lari dari masalah yang ada, untuk merasakan kenikmatan sesaat, ketergantungan dan tidak ada keinginan untuk berhenti dan mungkin masih banyak alasan lainnya. Persoalan ini bukan persoalan kecil. Selain menyangkut populasi yang sangat besar dan sifat persoalannya yang rumit, persolan ini juga sangat berkaitan dengan nasib bagsa ini di masa yang akan datang. karena sesosok remaja akan menjadi azaz pijak bagi berdirinya bangsa. Pada dasarnya akibat penyalahgunaan narkoba dapat dibagi menjadi akibat fisik dan psikis. Akibat yang terjadi tentu tergantung kepada jenis narkoba yang digunakan, cara penggunaan, dan lama penggunaan.
Beberapa akibat fisik ialah remaja dapat mengalami kerusakan otak, gangguan hati, ginjal, paru-paru, dan penularan HIV/AIDS melalui penggunaan jarum suntik bergantian. Di samping akibat tersebut, terjadi juga pengaruh terhadap irama hidup remaja yang menjadi kacau seperti tidur, makan, minum, mandi, dan kebersihan lainnya. Lebih lanjut, kekacauan irama hidup memudahkan timbulnya berbagai penyakit.
Akibat psikis yang mungkin terjadi ialah sikap remaja yang berubah menjadi apatis, emosi labil, depresi, kecurigaan yang tanpa dasar, kehilangan kontrol perilaku, sampai mengalami sakit jiwa. Akibat fisik dan psikis tersebut dapat mengakibatkan hal-hal lebih jauh yang mungkin mengganggu hubungan antara sosial dengan orang lain. Bahkan acapkali pula dapat merugikan orang lain. Sebagai contoh, perkelahian yang dilakukan oleh remaja tanpa sebab yang jelas dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena pelaku tidak berada dalam keadaan normal, baik fisik maupun psikis remaja.

B.     PERANAN ORANG TUA PADA REMAJA

1.      Pengertian Orang Tua
Orang tua merupakan orang yang lebih tua atau orang yang dituakan. Juga yang mengasuh dan yang telah membimbing anaknya dengan cara memberikan contoh yang baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari, selain itu orang tua juga telah memperkenalkan anaknya kedalam hal-hal yang terdapat di dunia ini dan menjawab secara jelas tentang sesuatu yang tidak dimengerti oleh anak. Maka pengetahuan yang pertama diterima oleh anak adalah dari orang tuanya. Karena orang tua adalah pusat kehidupan rohani si anak dan sebagai penyebab berkenalnya dengan alam luar.
Jadi, orang tua atau ibu dan bapak memegang peranan yang penting dan amat berpengaruh atas pendidikan anak-anakKunci pertama dalam mengarahkan pendidikan dan membentuk mental si anak terletak pada peranan orang tuanya, sehingga baik buruknya budi pekerti itu tergantung kepada budi pekerti orang tuanya.




2.      Peranan Orang Tua Dalam Mendidik Anak
Dari definisi di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa orang tua sebagai peserta yang aktif dalam pendidikan psikis serta fisik seorang anak. Sehingga, orang tua dapat menjadi pengawas untuk menghidari anak dari bahaya narkoba.  Disisi lain orang tua dapat membuat batasan-batasan pergaulan agar anak tidak akan melakukan pergaulan diluar peraturan yang telah dibuat dalam suatu keluarga. Hal itu  sangat membantu untuk membuat anak merasa aman. Suatu keluarga harus menyusun peraturan dengan jelas. Dengan peraturan rumah yang jelas, anak atau remaja akan tahu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan dalam menjalani pergaulan.
Orang tua juga harus meningkatkan peranannya sebagai pembimbing terutama dalam membatu anak mengatasi berbagai masalah yang dihadapi dan memberikan pilihan-pilihan saran yang realities bagi anak. Orang tua harus dapat membimbing anaknya secara bijaksana. Bila si anak tidak mampu untuk menghadapi persoalan-persoalannya yang susah seperti masalah narkoba, orang tua harus dapat membantu membahas masalah tersebut dengan penyelesaian yang tepat. Sehingga si anak akan memiliki pegangan dan dukungan dari orang tuanya.
Selain itu, orang tua juga dituntut lebih tahu dengan teman sebayanya  agar dapat mengontrol semua pekerjaan yang dilakukan anak atau remaja pada waktu luang dengan temannya, sehingga remaja dapat diluruskan jika dalam pergaulannya menyimpang. Orang tua juga dapat berkoordinasi dengan masyarakat atau orang lain dan pihak sekolah agar dapat mengawasi sedini mungkin dalam setiap pergaulannya. Ini salah satu dari sekian banyak cara pengawasan orang tua yang efektif dalam rangka penjagaan anak dari bahaya narkoba.

C.    PENANGGULANGAN PENGGUNAAN NARKOBA
Permasalahan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba semakin hari semakin memprihatinkan. Dimuali dari rasa penasaran yang mengakibatkan remaja ingin mencoba untuk memakainya. Telah disebutkan di atas bahwa narkoba secara sistematis bekerja merusak susunan saraf pusat sehingga menjadikan penggunanya secara drastis mengalami perubahan dalam dirinya, mulai dari perubahan kesadaran sampai tidak terkontrolnya susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktifitas mental dan perilaku pengguna. Korban-korban penyalahgunaan narkoba didominasi oleh kalangan remaja, mulai dari usia SD, SLTP, SLTA, dan bahkan ke perguruan tinggi. Untuk itu perlu ada usaha pencegahan sedini mungkin. Banyak usaha yang telah dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat yang peduli dengan permasalahan tersebut dan tidak sedikit pula dana yang dicurahkan untuk mengatasi persoalan itu. Akan tetapi permasalahan narkoba dan penyandang masih belum dapat diselesaikan secara tuntas. Populasi korban masih terus bergelimpangan, jaringan pengedarpun masih sulit untuk dibongkar dan diporandakan. Gejala ini merupakan isyarat bahwa kualitas atau model pendekatan penanggulangan yang selama ini dikembangkan belum cukup sesuai dengan karakteristik persoalan yang memang semakin hari terus mengalami perubahan.
Cara penanggulangan penggunaan narkoba dapat dilakukan oleh beberapa pihak. Misalnya dari basis sekolah, yang dapat sebisa mungkin bekerja sebagai salah satu aspek. yang menyiapkan anak didiknya untuk masa depan. Ketrampilan-ketrampilan dalam bersikap dan berperilaku positif, mengenal situasi penawaran atau ajakan dan terampil menolak tawran atau ajakan tersebut. Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah perilaku manusia bukan sematamata masalah zat atau narkoba itu sendiri. Maka dalam usaha pencegahan meluasnya pengaruh penyalahgunaan narkoba itu perlu pendekatan tingkah laku. Karena dorongan rasa ingin tahu justeru terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Penyuluhan dan pendidikan afektif bagi anak dan remaja juga dapat dilakukan mulai dari tingkat SD, SLTP, SLTA dan Perguruan Tinggi, serta pada kelompok-kelompok pertemanan di lingkungan ketetanggaan. Penyuluhan dan pendidikan afektif ini berupa penyampaian informasi yang tepat terpercaya, objektif, jelas dan mudah dimengerti tentang narkoba dan pengaruhnya bagi tubuh dan perilaku manusia, dan mengkaitkannya dengan pendidikan kesehatan secara luas dan pendidikan tentang menghadapi masalah hidup.

Melalui pemahaman tentang nilai-nilai kehidupan, anak dan remaja akan dirangsang untuk memikirkan nilai-nilai kehidupannya sendiri dan membuat kesimpulan tentang manfaat tidaknya penyalahgunaan narkoba dalam kehidupan. Aspek pendidikan afektif bertujuan mengembangkan. Kepribadian, pendewasaan diri, peningkatan kemampuan, membuat keputusan, mengetahui cara mengatasi tekanan mental secara efektif, peningkatan kepercayaan diri, dan meningkatkan kemampuan komunikasi.
Selain dari basis sekolah, basis masyarakat juga berpengarih dalam upaya pencegahan penanggulangan narkoba. Dengan dijalankannya suatu kegiatan-kegiatan positif di kalangan masyarakat, misalnya Pemberian informasi tentang masalah narkoba, penggunaan dan akibat-akibatnya melalui kegiatan rekreatif, yang dikemas dalam permainan-permainan inovatif. Selain itu, masyarakat juga dapat membentuk kelompok-kelompok baru atau mengembangkan fungsi kelompok yang sudah ada sebagai gerakan anti narkoba dengan upaya-upaya seperti mempengaruhi secara aktif terhadap remaja lainnya baik secara individual mapun kelompok untuk melembagakan budaya anti narkoba. Dengan begitu peluang untuk menciptakan generasi yang anti narkoba semakin hari akan semakin nyata dan terwujud.



BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Dari uraian di atas dapat disimpulkan :
1.      remaja merupakan fase-fase tahapan perkembangan menuju dewasa. Dan juga merupakan azaz pijak bagi fase-fase kehidupan selanjutnya karena remaja merupakan pilar bagi berdirinya bangsa. Jadi, kokoh tidaknya suatu bangsa tergantung dari tatanan hidup remaja dimasa lalu. Bangsa akan hancur apabila remajanya telah salah dalam melakukan suatu tindakan pergaulan. Memakai narkoba sebagai contohnya, karena narkoba sendiri mempunyai dampak besar atau efek negatif yang ditimbulkan kepada orang yang memakainya.
2.      Orang tua merupakan panutan awal untuk kehidupan anaknya. Yaitu sebagai pembimbing dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga sebagai suri tauladan bagi anak dalam suatu tindakan pergaulan.disisi lain, orang tua juga sebagai pusat rohani serta pembentukan mental anak.jadi, orang tua harus berperan aktif dalam segala aspek kehidupan anak agar menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh, kuat jasmani, rohani serta tidak salah dalam melakukan tindakan.
3.      Cara penanggulangan penggunaan narkoba dapat dilakukan oleh beberapa pihak. Antara lain dari basis sekolah yang dapat sebisa mungkin bekerja sebagai salah satu aspek yang menyiapkan anak didiknya untuk masa depan dari keterampilan-keterampilan dalam bersikap dan berperilaku. Penyuluhan yang dilakukan mulai dari tingkat SD, SLTP, SLTA dan Perguruan tinggi untuk memberikan keterangan atau informasi secara terpercaya, jelas dan mudah dimengerti dari bahaya penggunaan narkoba. Kedua melalui basis masyarakat dengan dijalankannya suatu kegiatan-kegiatan dalam lingkungan masyarakat. Misalnya membentuk kelompok baru atau mengembangkan fungsi kelompok yang sudah ada sebagai gerakan anti narkoba dengan upaya-upaya seperti mempengaruhi secara aktif terhadap remaja lainnya. Dengan adanya kegiatan tersebut, peluang untuk menciptakan generasi yang anti narkoba akan semakin nyata dan terwujud.

B.     SARAN
Setelah melakukan pembahasan permasalahan terhadap pengaruh narkoba pada remaja, maka penulis mempunyai beberapa harapan sebagaimana berikut :
1.      Bagi Para Remaja
Pandai-pandailah dalam melakukan pergaulan. Jangan mudah terbawa dengan rayuan-rayuan yang hanya membuat penyesalan di belakangnya. Sesungguhnya ditangan pemudalah yang menentukan nasib bangsa di masa mendatang.


2.      Bagi Orang tua
Jadialah orang tua yang berakhlak mulia. Karena orang tua adalah sebagai suri tauladan bagi anaknya. Dan tanamkan dalam diri anak jiwa remaja  yang tangguh, kuat jasmani, dan rohani agar terhindar dari segala macam penyimpangan. 
3.      bagi masyarakat
Jadikan lingkungan aman, tentram,  dan sejahtera. Dengan mengisi suatu kegiatan yang positif. Bangunlah masyarakat yang anti narkoba agar berkemungkinan kecil dalam penyalahgunaan penggunaan narkoba.

Syukur alhamdulillah penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan tiada halangan yang berarti. Penulis sadar dengan sepenuhnya bahwa karya tulis ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis mohon saran dan kritik kepada pembaca, sehingga karya tulis yang penulis susun lebih sempurna. Akhirnya, semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi penyusun dan bagi para pembaca pada umumnya.


                                                                           Ttd
                                                                        Penulis

DAFTAR PUSTAKA

Martono, Lydia Harlina, Satya Joewana. 2006. Pencegahan Dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Sekolah. Jakarta: Balai Pustaka.

___________________. 2006 (a). Menangkal Narkoba Dan Kekerasan. Jakarta: Balai Pustaka.

___________________. 2006 (b). Menangkal Narkoba Dan Kekerasan. Jakarta: Balai Pustaka.

0 komentar:

Poskan Komentar

news.detik